Video Description
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Unit tentara Lebanon memasuki kota Dibbin di distrik Marjayoun menyusul laporan penarikan pasukan Israel dari wilayah tersebut.
Rekaman memperlihatkan tentara Lebanon berpatroli di jalan-jalan dan berkumpul di sebuah pos pemeriksaan, sementara alat berat membersihkan puing-puing dan reruntuhan.
Kehancuran yang luas terlihat di seluruh kota, termasuk rumah-rumah yang rusak, jalanan yang hancur, dan lahan pertanian yang diratakan dengan buldoser.
Dalam sebuah pernyataan, Angkatan Darat Lebanon mengatakan bahwa unit-unitnya telah menyingkirkan "penghalang tanah di jalan Dibbin yang dipasang oleh pendudukan Israel," membuka kembali jalan Marjayoun–Dibbin–El Khiam seiring dengan laporan penarikan pasukan Israel.
Angkatan Darat menambahkan bahwa unit-unitnya melakukan pengerahan bertahap setelah berkoordinasi dengan Komite Pengawasan Gencatan Senjata dan bekerja sama dengan Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL).
"Unit khusus sedang melakukan survei teknik terhadap area tersebut dengan tujuan menyingkirkan persenjataan yang belum meledak," kata pernyataan itu, seraya mendesak penduduk untuk menghindari area tersebut dan mematuhi instruksi militer sampai proses pengerahan selesai.
Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan pada hari Selasa bahwa pesawat Israel melakukan dua serangan udara di Dibbin, menyusul sebuah ledakan di kota tersebut sekitar 30 menit sebelumnya.
Militer Israel belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai laporan penarikan dari Dibbin.
Namun, pada hari Kamis mereka mengatakan akan melanjutkan operasi militer di Lebanon selatan dan memperingatkan penduduk agar tidak kembali ke wilayah di selatan Sungai Zahrani meskipun terdapat kesepakatan gencatan senjata yang dicapai di Washington pada Rabu malam.
Perkembangan ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada hari Selasa sebuah kesepakatan gencatan senjata baru antara Israel dan Lebanon, dengan Hizbullah segera menolak kesepakatan tersebut, menggambarkan proposal itu sebagai "lelucon total."
Pada Senin malam, terungkap bahwa Trump melakukan panggilan telepon yang 'memanas' dengan PM Israel Benjamin Netanyahu—dengan beberapa media melaporkan bahwa Trump mengatakan kepada Netanyahu bahwa dia 'gila'—terkait ancaman untuk menyerang pinggiran selatan Beirut, yang menurut Iran akan menghentikan pembicaraan damai.
Program: Tribunnews Update
Editor Video: Dedhi Ajib Ramadhani
Uploader: bagus gema praditiya sukirman
#viory