Video Description
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.
TRIBUN-VIDEO.COM - Setelah sempat menghilang selama 100 tahun, kain tenun Tidore kini kembali hadir berkat tangan para perempuan hebat tanah air.
Perempuan pelestari tenun dari Indonesia, Anita Gathmir, mengungkap bagaimana awal dirinya kembali mengangkat kain tradisional bernilai sejarah tinggi itu.
Anita mengungkap awalnya dirinya mendapati dalam suatu upacara adat Tidore.
Ia menyebut saat itu dirinya melihat perangkat adat yang disebut Bobato justru menggunakan kain Jawa, batik, dan songket.
Anita menyebut momen itu sangat mengganggu dirinya lantaran perangkat adat Tidore tidak menggunakan kain tenun sendiri.
Berawal dari keprihatinan itulah lantas dirinya merevitalisasi kain tenun Tidore.
Anita diketahui merupakan perempuan keturunan Kesultanan Tidore, lantas menelusuri jejak warisan yang nyaris punah itu.
Langkahnya dimulai dari mendekati ingatan para tetua hingga arsip yang masih tersisa.
"Ada tim kami yang dapat foto di kantor arsip sebenarnya. Di sana ada foto motif, di situ ditulis Maluku Halmahera," ungkap Anita.Tak main-main, perjuangan keras Anita untuk kembali menghidupkan warisan kain Tidore diakui oleh negara.
Anita kini meraih Anugerah Puspa Bangsa.
Saat ini dirinya memperkenalkan kain Tidore ke masyarakat Jerman.
Beberapa masyarakat Jerman memberikan penilaiannya terkait lama pembuatan kain Tidore ini.
Jordi dan Anastasia, pengunjung acara, meyakini kain tersebut dibuat dalam waktu 30-50 jam bahkan satu minggu.
Ternyata waktu yang dibutuhkan dalam membuat satu helai kain Tidore adalah selama dua bulan.
Dalam kesempatan tersebut Anita juga memamerkan bahan dan alat yang digunakan saat proses pembuatan kain Tidore.
Bahkan, para pengunjung yang merupakan masyarakat Jerman merasa kagum atas karya anak bangsa ini.
Dibuat dengan ketelitian tinggi oleh para pengrajin lokal yang konsisten melestarikan warisan budaya.
Kehadiran Tenun Tidore mempertemukan para pengrajin Indonesia dengan masyarakat Jerman di pusat kota Hamburg.
Selain memukau lewat motif dan keindahannya, tenun ini juga berfungsi sebagai jembatan pertukaran budaya antara dua negara.
Kembalinya Tenun Tidore menjadi bukti bahwa tradisi yang sempat punah bisa hidup kembali melalui semangat pelestarian para perempuan pengrajin.
Partisipasi Indonesia ini disebut menjadi bagian dari diplomasi budaya kekayaan wilayah timur di tanah air.
(Tribun-Video.com)
Program: Tribunnews Update
Host: Alinda Panca
Editor Video : Ardrianto Satrio
Uploader: Tri Hantoro
Sumber: Instagram DW