Video Description
Baca Selengkapnya di https://video.tribunnews.com/view/939061/detik-detik-pengasuh-ponpes-cabul-di-pekalongan-digeruduk-yakuza-mangenes-pelaku-cabuli-25-santri
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Polresta Pekalongan menangkap pengasuh Ponpes Pedepokan Padang Ati Buaran, Abdul Khalim Fadlun.
Abdul Khalim diduga mencabuli santriwatinya hingga lebih dari 25 orang.
Kasus pencabulan ini terungkap seusai kelompok massa ormas Yakuza Mangenes menggeruduk Ponpes Padepokan Padang Ati Buaran Rabu (27/5/2026).
Yakuza menyatroni Ponpres Padepokan Padang Ati minta pertanggungjawaban pimpinan ponpes atas dugaan asusila terhadap santriwati.
Saat massa mendatangi lokasi, sejumlah mantan santriwati disebut memberikan kesaksian di hadapan para santri agar korban lain berani melapor.
Jubir Yakuza Mangenes Eko Ebes menegaskan pihaknya menerima aduan dari banyak korban.
Namun baru 6 orang yang sejauh ini berani melapor secara resmi ke pihak kepolisian.
Abdul Khalim Fadlun dibekuk bersamaan dengan momen Idul Adha pada Rabu (27/5/2026).
Ia ditangkap di kediaman pribadinya yang juga lokasi padepokan.
Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Riki Yariandi, membenarkan adanya penangkapan tersebut.
Menurutnya, pengungkapan kasus ini memerlukan proses panjang lantaran para korban sebelumnya mengalami tekanan dan ketakutan untuk melapor.
Kasus ini berlangsung sejak 2008 silam namun baru terungkap lantaran korban mengalami tekanan psikis dan trauma mendalam.
Hingga saat ini, polisi mencatat sedikitnya enam korban telah melapor.
Para korban berasal dari sejumlah daerah seperti Pekalongan, Pemalang, Batang, hingga Semarang.
Berdasarkan pengakuan antar korban, jumlah santriwati yang diduga menjadi korban bisa mencapai 23-25 orang.
Namun, baru enam orang yang sejauh ini berani bicara secara terbuka.
Eko menjelaskan, modus yang diduga digunakan pelaku bermula dari aktivitas sehari-hari di padepokan.
Korban diminta melakukan pijat.
Lalu saat kondisi sepi dan tertutup, pelaku meminta korban melakukan tindakan seksual.
Kasus ini terungkap seusai seorang santriwati F (22) mendadak viral karena melahirkan tanpa ada ayah biologis.
F mengaku tidak pernah berhubungan dengan laki-laki.
F diketahui melahirkan bayi laki-laki pada 13 Desember 2025.
Bahkan ayah dari F mengaku bahwa kehamilan sang anak adalah takdir dari Allah. (Tribun-Video.com)
Program: Tribunnews Update
Host: Nila Irda
Editor Video: Ardrianto Satrio
Uploader: Panji Anggoro Putro