Video Description
#tribuntimur #tribunviral #inovasi #buku #catatan #chaidirsyam
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Buku karya Bupati Maros, Chaidir Syam dibedah di Gramedia, Jl Ap Pettarani, Selasa (19/5/2026).
Buku tersebut berjudul “Mengayuh Dua Zaman, Inovasi Kabupaten Maros”, Mimpi, Kerja dan Harapan yang Menyatu.
Bedah buku ini digelar dalam rangka peringatan Hari Buku Nasional 2026.
Kegiatan ini dihadiri pegiat literasi, pustakawan, mahasiswa, ASN, hingga masyarakat umum.
Mereka terlihat antusias mendengarkan paparan Bupati dua periode tersebut.
Hadir juga Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel, Prof Jufri.
Ia memberikan pengarahan sebelum membuka kegiatan tersebut.
Buku setebal 164 halaman ini ditulis dengan pendekatan memoar, merekam perjalanan kepemimpinan Chaidir Syam dalam membangun Kabupaten Maros melalui berbagai inovasi.
Dalam pemaparannya, Chaidir menegaskan, buku ini bukan sekadar catatan kinerja, tetapi refleksi perjalanan batin seorang pemimpin daerah.
“Buku ini adalah cerita tentang mimpi, kerja, dan harapan yang menyatu dalam perjalanan membangun Maros,” ujarnya.
Ia menjelaskan, periode kepemimpinannya menjadi momentum penting dalam memperkuat fondasi pembangunan sekaligus menghadirkan inovasi baru bagi masyarakat.
Katanya, pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi bagaimana masyarakat merasakan kebahagiaan, keadilan, dan kesejahteraan.
Buku ini terdiri dari delapan bagian yang mengulas berbagai sektor, mulai dari visi “Maros Sejuk”, inovasi layanan publik, hingga pembangunan sumber daya manusia.
Dalam buku tersebut, Chaidir mengurai delapan bagian penting, mulai dari refleksi awal kepemimpinan, arah pembangunan jangka menengah, hingga berbagai inovasi yang menjadi ciri khas Kabupaten Maros.
Salah satu bagian yang paling menarik perhatian peserta adalah paparan tentang 22 etalase inovasi yang menjadi simbol transformasi layanan publik dan pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat.
Selain itu, pembahasan mengenai sektor kesehatan dan pendidikan juga menjadi sorotan karena dinilai menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Chaidir menegaskan, pembangunan harus dimaknai secara menyeluruh, tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kualitas hidup masyarakat.
“Pembangunan itu harus menghadirkan rasa aman, bahagia, dan adil bagi masyarakat,” tegasnya.
Pada sesi diskusi, ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
Menurutnya, keberhasilan suatu daerah tidak bisa dicapai hanya oleh pemerintah, tetapi harus melibatkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
“Gotong royong adalah kunci. Pemerintah dan masyarakat harus berjalan beriringan,” ujarnya.
Salah satu bagian yang mendapat perhatian peserta adalah konsep Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) yang menjadi program unggulan di Maros.
Chaidir menilai literasi sebagai fondasi utama dalam membangun peradaban masyarakat yang maju dan berdaya saing.
“Saya selalu percaya, kemajuan daerah tidak hanya diukur dari gedung dan jalan, tetapi dari tingkat literasi masyarakatnya,” ungkapnya.
Dalam forum tersebut, ia juga memaparkan capaian Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Maros yang meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Program literasi diperkuat melalui kebijakan Peraturan Daerah hingga pembangunan Creative Center sebagai ruang kreatif masyarakat.
“Perpustakaan harus menjadi ruang hidup, tempat masyarakat belajar, berkarya, dan tumbuh bersama,” pesannya.
Diskusi buku berlangsung interaktif, dengan peserta mengajukan berbagai pertanyaan terkait strategi inovasi daerah dan tantangan kepemimpinan.
Editor buku, Bachtiar Adnan Kusuma, turut memberikan pandangan mengenai kekuatan narasi dalam buku tersebut.
Ia menyebut pendekatan memoar membuat buku ini lebih personal dan mudah dipahami oleh pembaca lintas kalangan.
Menurutnya, buku ini tidak hanya penting bagi masyarakat Maros, tetapi juga menjadi referensi bagi kepala daerah lain di Indonesia.
“Ini bukan sekadar buku kepala daerah, tetapi catatan inspiratif tentang kepemimpinan yang berpijak pada nilai dan kolaborasi,” katanya.
Kegiatan bedah buku ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya literasi di Sulawesi Selatan, khususnya di kalangan generasi muda.
Chaidir berharap buku tersebut mampu menginspirasi masyarakat untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Semoga buku ini menjadi pengingat bahwa pembangunan sejati adalah tentang manusia yang tumbuh dan bahagia karenanya,” tutupnya. (*)
Reporter: Siti Aminah
Narator: Wa Ode Nurmin
Editor Video : Sanovra J. R
(TRIBUN-TIMUR.COM)
Update info terkini via http://tribun-timur.com/
Follow dan like fanpage Facebook http://bit.ly/FBTribunTimurMks
YouTube business inquiries: 081144407111
Follow akun Instagram http://bit.ly/IGTribunTimur
Follow akun Twitter http://bit.ly/twitterTribunTimur