Tribunnews banner
Tribunnews avatar
Tribunnews
@tribunnews
Subscribers15.6M
Views22.5B
Videos436.5K
TribunnewsPublished at May 29, 2026 at 02:16 PM2:07
Tangis Haru Nenek Painah Lihat Ka'bah: Berhasil Menabung 40 Tahun Demi Ibadah Haji di Tanah Suci thumbnail

Tangis Haru Nenek Painah Lihat Ka'bah: Berhasil Menabung 40 Tahun Demi Ibadah Haji di Tanah Suci

7 days agoPeak window
tangis haru nenek painah lihat kabahnenek painah haji 40 tahun menabungperjuangan nenek painah ke tanah sucikisah inspiratif haji nenek painahnabung 40 tahun untuk hajitangis haru nenek
Published time
May 29, 2026 at 02:16 PM
Duration
2:07
Video type
News & Politics
Channel region
Indonesia
Publish Timing Insight
Not enough timing data
This channel still lacks enough historical upload timing data. Let the channel accumulate more snapshots before evaluating the best timing.
Monetization Insight
No clear monetization tags yet
Focus on view growth, engagement quality, and topic competition to judge monetization potential.
Action Suggestion
Watch for sustained growth
The basic conditions are already in place. Keep watching 7-day views and revenue before deciding whether this topic should become a series.
Views
47
Likes
1
Comments
0
Estimated Daily Revenue
-
Estimated Total Revenue
$0.02 - $0.12
RPM Range
$0.45 - $2.63
1D Views Gain
0
7D Views Gain
0
1D Likes Gain
0
7D Likes Gain
0
1D Comments Gain
0
7D Comments Gain
0
Velocity Score
0%
Topic Cluster
tangis haru nenek painah lihat kabah
Video Description
Baca Selengkapnya di https://video.tribunnews.com/news/939353/tangis-haru-nenek-painah-lihat-kabah-berhasil-menabung-40-tahun-demi-ibadah-haji-di-tanah-suci Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-VIDEO.COM - Perjalanan haji Painah dimulai bukan dari ruang tunggu bandara, melainkan dari pasar kecil di Wonosobo Barat. Perjuangan untuk bisa melihat Ka'bah telah dimulai 40 tahun yang lalu olehnya. Perempuan 65 tahun itu telah menghabiskan waktunya dengan memetik dan menjual daun pisang demi satu impiannya yakni bisa berangkat ke Tanah Suci. Setiap dini hari pukul 01.30, Painah berjalan menuju Pasar Pagi Wonosobo sambil memanggul daun pisang hasil kebunnya sendiri. Daun-daun itu dijual dengan harga Rp 2 ribu hingga Rp 5 ribu per kilogram. Penghasilannya tak menentu, kadang hanya Rp 15 ribu sehari, kadang mencapai Rp200 ribu jika dagangan laris. Namun dari uang sederhana itulah ia menabung sedikit demi sedikit untuk biaya haji. Painah mulai mendaftar haji pada 2012 menggunakan uang receh yang dikumpulkan selama bertahun-tahun. Selama masa tunggu 14 tahun, ia terus menyimpan harapan agar suatu hari bisa melihat Tanah Suci dengan mata kepalanya sendiri. Tahun 2026 menjadi jawaban atas doa panjangnya. Painah akhirnya tiba di Jeddah sebagai jemaah Kloter YIA 22 bersama putranya, Sabar Munasir. Tangis haru pun pecah ketika ia menginjakkan kaki di Arab Saudi. Kisah Painah menjadi pengingat bahwa jalan menuju Baitullah tidak selalu dibangun oleh harta berlimpah. Kadang jalan itu disusun perlahan dari uang receh, kerja keras sebelum Subuh, dan keyakinan yang dijaga selama puluhan tahun. (Tribun-Video.com) Program: Tribunnews Update Host: Nurma Aisyah Editor Video: Ni'amu Shoim Assari Alfani Uploader: Panji Anggoro Putro
Related Topics
Continue with closely related videos to judge topic depth and content format.
Topic: tangis haru nenek painah lihat kabah
Not enough related-topic video data yet.
Video FAQs

These FAQs clarify what this video page measures, why revenue is estimated, and how to use the page for content research.

What can you learn from this video analytics page?

This page shows views, likes, comments, RPM and revenue estimates, publish timing, topic tags, related videos, and the broader channel context behind the video.

Why are RPM and revenue numbers estimates?

Actual earnings depend on monetized playbacks, audience geography, seasonality, advertiser demand, and monetization status. CloutOrbit provides directional estimates for benchmarking, not exact payouts.

How should you use this page for content research?

Compare timing, topic tags, monetization signals, and adjacent videos from the same channel to spot formats, themes, and publishing patterns worth testing.