Tribunnews banner
Tribunnews avatar
Tribunnews
@tribunnews
Subscribers15.6M
Views22.5B
Videos436.5K
TribunnewsPublished at May 26, 2026 at 03:18 PM8:03
Syarat Baru sebelum Lanjut Negosiasi dengan AS, Iran Desak Minta Pencairan Dana Rp 196 Triliun thumbnail

Syarat Baru sebelum Lanjut Negosiasi dengan AS, Iran Desak Minta Pencairan Dana Rp 196 Triliun

10 days agoActive window
Iran AS negosiasiIran tuntut pencairan danaaset Iran dibekukankonflik Iran AmerikaTimur Tengah terbarusyarat baru sebelum
Published time
May 26, 2026 at 03:18 PM
Duration
8:03
Video type
News & Politics
Channel region
Indonesia
Publish Timing Insight
Not enough timing data
This channel still lacks enough historical upload timing data. Let the channel accumulate more snapshots before evaluating the best timing.
Monetization Insight
No clear monetization tags yet
Focus on view growth, engagement quality, and topic competition to judge monetization potential.
Action Suggestion
Watch for sustained growth
The basic conditions are already in place. Keep watching 7-day views and revenue before deciding whether this topic should become a series.
Views
201
Likes
1
Comments
0
Estimated Daily Revenue
-
Estimated Total Revenue
$0.09 - $0.53
RPM Range
$0.45 - $2.63
1D Views Gain
0
7D Views Gain
0
1D Likes Gain
0
7D Likes Gain
0
1D Comments Gain
0
7D Comments Gain
0
Velocity Score
0%
Topic Cluster
Iran AS negosiasi
Video Description
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-VIDEO.COM - Iran dilaporkan meminta pencairan dana beku senilai 12 miliar dolar AS atau sekitar Rp196 triliun yang tersimpan di Qatar sebelum melanjutkan negosiasi damai dengan Amerika Serikat. Menurut laporan Iran International, tuntutan itu menjadi syarat awal Teheran untuk membuka tahap diplomasi berikutnya dengan Washington. Sumber yang mengetahui proses negosiasi menyebut angka tersebut baru sebagian dari total aset Iran yang masih dibekukan di berbagai negara. Selama ini Iran terus mendesak agar seluruh aset luar negerinya bisa kembali diakses penuh. Sementara Tasnim News Agency melaporkan masih ada sejumlah perbedaan antara Iran dan AS dalam rancangan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU). Iran meminta pencairan sebagian dana dimasukkan dalam kesepakatan awal sebelum pembicaraan lebih lanjut mengenai perdamaian dan isu nuklir dilakukan. Sebaliknya, Amerika Serikat ingin pencairan dana itu dikaitkan dengan kesepakatan nuklir final. Teheran menolak usulan tersebut dan meminta sebagian aset dicairkan lebih dulu sebagai bukti komitmen awal AS. Dana yang dipersoalkan berasal dari hasil penjualan minyak Iran ke Korea Selatan. Dana itu kemudian dipindahkan ke rekening di Qatar dengan penggunaan terbatas hanya untuk kebutuhan kemanusiaan di bawah pengawasan AS. Negosiasi tahap akhir disebut baru dimulai setelah kedua pihak menandatangani MoU dan menyepakati gencatan senjata selama 60 hari. Salah satu poin penting dalam pembahasan ialah pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai jalur utama distribusi minyak dunia. Iran disebut akan membersihkan ranjau di kawasan tersebut dan menjamin pelayaran berlangsung aman tanpa pungutan tambahan. Sebagai gantinya, AS dikabarkan akan melonggarkan blokade pelabuhan Iran serta mencabut sebagian sanksi ekonomi. Langkah itu diharapkan membuka kembali akses Iran untuk menjual minyak lebih bebas di pasar internasional. Meski demikian, isu paling sensitif seperti stok uranium dan program nuklir Iran belum akan dibahas pada tahap awal. Dalam rancangan MoU, Iran hanya diminta menghentikan upaya pengembangan senjata nuklir. Selama bertahun-tahun, dana beku Iran menjadi alat tekanan utama Washington terhadap Teheran. AS menggunakan pembatasan akses terhadap hasil penjualan minyak Iran untuk menekan program nuklir dan kebijakan regional negara tersebut. Bagi Iran, pencairan dana sebelum kesepakatan final dianggap penting agar negosiasi memberi manfaat ekonomi nyata, bukan hanya konsesi politik sepihak. (*) Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Iran Pasang Syarat Baru: Minta Dana Rp 196 Triliun Dicairkan Sebelum Lanjut Damai dengan AS, https://www.tribunnews.com/internasional/7834145/iran-pasang-syarat-baru-minta-dana-rp-196-triliun-dicairkan-sebelum-lanjut-damai-dengan-as?page=all&s=paging_new.
Related Topics
Continue with closely related videos to judge topic depth and content format.
Topic: Iran AS negosiasi
Not enough related-topic video data yet.
Video FAQs

These FAQs clarify what this video page measures, why revenue is estimated, and how to use the page for content research.

What can you learn from this video analytics page?

This page shows views, likes, comments, RPM and revenue estimates, publish timing, topic tags, related videos, and the broader channel context behind the video.

Why are RPM and revenue numbers estimates?

Actual earnings depend on monetized playbacks, audience geography, seasonality, advertiser demand, and monetization status. CloutOrbit provides directional estimates for benchmarking, not exact payouts.

How should you use this page for content research?

Compare timing, topic tags, monetization signals, and adjacent videos from the same channel to spot formats, themes, and publishing patterns worth testing.