Video Description
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
Host : Septyana Eka
VP : Bimayur
Reporter : Purwanto
MALANG - Setelah terkatung-katung selama lebih dari tiga dekade, penataan dan relokasi pedagang di Pasar Induk Gadang (PIG) Kota Malang akhirnya menemui titik terang.
Upaya pemindahan pedagang yang selama ini tumpah dan berjualan di pinggir jalan ke area yang lebih layak, kini berhasil dilaksanakan secara bertahap.
Keberhasilan ini menjadi tonggak sejarah baru bagi pasar terbesar di Kota Malang tersebut.
Mengingat, rencana relokasi sudah mandek sejak kepemimpinan Wali Kota terdahulu karena selalu terkendala masalah ketersediaan lahan.
Koordinator pembangunan Pasar Gadang, Qodir mengungkapkan, kunci dari keberhasilan penataan kali ini adalah adanya kesepakatan antara pedagang dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.
Mereka sepakat untuk menyewa tanah yang disediakan Pemkot yang kemudian dijadikan lokasi berjualan yang baru.
"Dari dulu memang sudah ada komunikasi dengan Wali Kota sebelumnya tapi belum ada lahannya. Ya alhamdulillah sekarang Pak Wali Kota, Wahyu sudah menyewakan lahan saat ini akhirnya kita mau pindah," ujar Qodir, Jumat (15/5/2026).
Menariknya, pembangunan lapak di lokasi relokasi ini dilakukan sepenuhnya secara swadaya oleh kantong para pedagang sendiri.
Langkah nekat ini diambil karena para pedagang sudah merasa jenuh dengan kondisi berjualan di pinggir jalan, yang selama ini memicu kemacetan parah dan rasa tidak nyaman saat berinteraksi dengan pembeli.
"Sudah 30 tahun lebih rencana ini belum terlaksana. Alhamdulillah, sekarang ada solusi sewa lahan dan pedagang setuju semua untuk swadaya membangun sendiri," terang Qodir kepada SURYAMALANG.COM.
Proses penataan ini dilakukan secara bertahap untuk memastikan roda perputaran ekonomi pedagang tetap berjalan.
Sebelumnya, pedagang sempat ditawarkan untuk pindah ke area terminal.
Namun, tawaran itu ditolak karena pedagang bersikeras ingin tetap berada dalam satu kawasan yang sama.
Pemindahan pedagang juga dilakukan bertahap yakni pertama dari lahan bagian belakang dibangun terlebih dahulu sebagai tempat penampungan awal.
Setelah area belakang siap, pedagang yang sebelumnya meluber ke jalan raya mulai masuk ke dalam.
Area depan yang sudah kosong kini mulai dibongkar dan ditata untuk pembangunan sisi barat.
Meski di awal relokasi beberapa pelanggan setia sempat kebingungan mencari posisi lapak langganan mereka, kini kondisi pasar diklaim jauh lebih kondusif.
Arus lalu lintas di depan Pasar Gadang yang biasanya menjadi titik macet parah dan langganan keluhan pengguna jalan, kini mulai berangsur-angsur lancar.
"Sekarang jualan lebih tenang, aman, dan nyaman. Pembeli juga tidak lagi terjebak macet," tutur Qodir.
"Kami yakin jika pembangunan jalan di area pasar ini selesai 100 persen, omzet dan interaksi pembeli akan jauh lebih maksimal," tambahnya.
Hal senada juga dikatakan Sabar selaku Pelaksana Lapangan relokasi Pasar Gadang bahwa pendekatan berbasis swadaya serta kemudahan administrasi bagi para pedagang disinyalir menjadi kunci utama di balik kelancaran tata kelola Pasar Gadang.
Menurutnya, kesuksesan penataan ini tidak lepas dari para pedagang itu sendiri yang mempunyai administrasi lengkap seperti surat asli
"Kenapa kok sukses? Yang utama itu gratis. Jadi gampang untuk pedagang-pedagang yang di sini. Yang punya bedak, punya surat ya gratis. Makanya sukses di sini dengan (kebijakan) seperti itu," ujar Sabar yang juga pedagang buah itu.
Ia menambahkan bahwa seluruh proses pengelolaan operasional pasar kini dikembalikan kepada asas kemanfaatan bersama melalui sistem swadaya masyarakat.
Model pengelolaan ini terbukti efektif dalam menjaga ketertiban tanpa memberatkan sepihak.
Berdasarkan data terbaru dari pihak pengelola, total keseluruhan pedagang yang telah masuk dan menempati area pasar mencapai ribuan orang.
Website:
https://surabaya.tribunnews.com/
Instagram:
http://instagram.com/suryaonline/
Facebook:
https://www.facebook.com/SURYAonline/
YOUTUBE
https://www.youtube.com/@TribunnewsSurya
#suryaonline #hariansurya #TribunnewsSURYA
Website https://jatim.tribunnews.com/
Twitter https://twitter.com/tribunjatim
Facebook https://www.facebook.com/tribunnewsjatim
Instagram https://www.instagram.com/tribun_jatim/
#tribunjatim #matalokalmenjangkauindonesia