Video Description
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Iran kembali mengklaim berhasil menggagalkan operasi intelijen Israel di kawasan strategis Selat Hormuz.
Militer Iran menyebut telah menembak jatuh sebuah drone pengintai buatan Israel di Provinsi Hormozgan, wilayah selatan Iran pada Minggu (24/5/2026).
Titik serangan ini berada di dekat jalur pelayaran vital dunia.
Media Iran, Mehr News Agency, melaporkan puing-puing drone jenis Orbiter itu ditemukan dengan bantuan angkatan laut Iran.
Insiden ini langsung menyita perhatian internasional karena terjadi di tengah meningkatnya upaya damai AS dan Iran.
Teheran menyebut keberhasilan menjatuhkan drone tersebut sebagai operasi pertahanan penting di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Teluk.
Sejauh ini, Pasukan Pertahanan Israel atau IDF mengaku belum mengetahui insiden yang dilaporkan Iran tersebut.
Ketegangan drone di wilayah Iran sendiri bukan kali pertama terjadi dalam beberapa bulan terakhir.
Sebelumnya Iran juga mengklaim menembak jatuh sejumlah drone pengintai AS dan Israel.
Termasuk jenis Hermes, MQ-9 Reaper hingga Orbiter di berbagai wilayah Iran sepanjang konflik 2026.
Sebelumnya, Iran juga telah menembakkan rudal multi-hulu ledak ke wilayah Israel tengah.
Serangan ini sebagai balasan atas tewasnya pejabat tinggi keamanan Iran akibat serangan Israel.
Iran juga mengklaim serangannya berhasil menembus sistem pertahanan udara Israel dan memicu kerusakan di sejumlah titik strategis.
Di sisi lain, Hubungan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mulai merenggang di tengah upaya negosiasi damai dengan Iran.
Dilaporkan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu 'ditendang' Trump dari pembicaraan damai dengan Iran.
Trump enggan melibatkan Netanyahu secara penuh dalam pembicaraan terkait gencatan senjata tersebut.
Dilansir dari nytimes.co, Senin (25/5), sejumlah pejabat pertahanan Israel membenarkan sikap Trump kepada Netanyahu itu berubah.
Menurutnya, perubahan sikap itu terjadi seusai operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel dinilai gagal melemahkan Iran seperti yang diperkirakan sebelumnya.
Pemerintahan Trump disebut kecewa karena strategi dari Netanyahu tidak membuahkan hasil sesuai harapan.
Akibat kondisi tersebut, Israel harus mencari sendiri perkembangan komunikasi antara Amerika Serikat dan Iran melalui jaringan diplomatik di Timur Tengah.
Selain itu, Israel harus mencari sendiri terkait pengawasan intelijen mereka terhadap pemerintah Iran.
Sebelumnya, pejabat Israel khawatir Amerika Serikat akan melunak dalam negosiasi dengan Teheran.
Salah satu kekhawatiran terbesar adalah kemungkinan Washington tidak lagi mempersoalkan program rudal balistik Iran dalam perjanjian baru nanti.
Mengingat selama ini Israel menganggap rudal Iran sebagai ancaman serius bagi keamanan mereka.(Tribun-Video.com)
https://www.nytimes.com/2026/05/24/us/strait-of-hormuz-reopen-iran-deal.html
#liveyoutube #Iran #AS #Geopolitik #viory #multiangle
Program: Hot Topic
Editor Video: Diah Putri Pamungkas