Video Description
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
SERAMBINEWS.COM - Data pelacakan kapal menunjukkan pembatasan maritim (blokade laut) oleh Amerika Serikat (AS) terhadap Iran di Selat Hormuz belum sepenuhnya efektif. Hal itu terjadi meski Washington telah mengerahkan kekuatan angkatan laut besar-besaran di kawasan Teluk Oman dan Laut Arab.
Analisis Unit Sumber Terbuka Al Jazeera mengungkapkan, sedikitnya 87 kapal yang terkait dengan Iran tetap melintasi Selat Hormuz. Data itu tercatat selama periode 13 April hingga 13 Mei 2026, setelah blokade maritim AS mulai diberlakukan. Kapal-kapal tersebut mencakup armada yang datang dari atau menuju pelabuhan Iran, termasuk kapal berbendera Iran dan kapal yang masuk daftar sanksi Amerika Serikat.
Data dari platform pelacakan Marine Traffic menunjukkan aktivitas pelayaran tetap berlangsung meski tekanan militer AS meningkat tajam di kawasan strategis tersebut. Menurut analisis itu, dari total 225 kapal yang melintasi Selat Hormuz selama periode pemantauan, sekitar 120 kapal diduga melanggar pembatasan AS.
Jumlah tersebut terdiri dari 87 kapal terkait Iran dan 34 kapal lain yang masuk daftar sanksi AS meski tidak terkait langsung dengan pelabuhan Iran. Artinya, sekitar 53 persen lalu lintas kapal di Selat Hormuz tetap berjalan meski berada di bawah ancaman perbatasan maritim Amerika.
Selain itu, terdapat 13 kapal yang gagal melintasi selat tersebut. Kapal-kapal itu dioperasikan perusahaan dari China, India, Pakistan, Turki, dan Qatar. Namun angka sebenarnya diperkirakan lebih tinggi karena sebagian kapal diketahui mematikan Sistem Identifikasi Otomatis sebelum memasuki kawasan Selat Hormuz.
Fenomena tersebut memperlihatkan bagaimana jalur pelayaran internasional kini semakin dipenuhi praktik “shadow shipping," atau pelayaran semi-tersembunyi untuk menghindari pengawasan dan sanksi internasional. (*)
Editor: Aldi Rani
VO: Dara Nazila
#kapal #iran #bebas #lewati #selathormuz
==============================================
Syedara Lon, jangan lupa SUBSCRIBE, SHARE, and COMMENT.
Update video viral lainnya: http://bit.ly/serambivideo
Update berita terpopuler lainnya: http://bit.ly/SerambinewsPopuler
Update info terkini via Serambinews.com: https://aceh.tribunnews.com/
Follow saluran di WhatsApp: https://bit.ly/SaluranWASerambinews
Follow akun Instagram https://bit.ly/IGserambinews
Follow akun Twitter http://bit.ly/TwitterSerambinews
Follow dan like fanpage Facebook http://bit.ly/FBserambinews
Follow akun TikTok http://bit.ly/tiktokserambinews