Tribun Timur banner
Tribun Timur avatar
Tribun Timur
@tribuntimur
Subscribers9.4M
Views11.2B
Videos114.2K
Tribun TimurPublished at May 20, 2026 at 10:40 PM4:50
Harga Kedelai Naik Imbas Rupiah Melemah, Pengusaha Tahu Tempe di Maros Keluhkan Keuntungan Menipis thumbnail

Harga Kedelai Naik Imbas Rupiah Melemah, Pengusaha Tahu Tempe di Maros Keluhkan Keuntungan Menipis

16 days agoLong-tail
Imbas Rupiah MelemahPengusaha Tahu TempeHarga Kedelai Naikdi Maros KeluhkanKeuntungan Menipisharga kedelai naik
Published time
May 20, 2026 at 10:40 PM
Duration
4:50
Video type
News & Politics
Channel region
Indonesia
Publish Timing Insight
Not enough timing data
This channel still lacks enough historical upload timing data. Let the channel accumulate more snapshots before evaluating the best timing.
Monetization Insight
No clear monetization tags yet
Focus on view growth, engagement quality, and topic competition to judge monetization potential.
Action Suggestion
Watch for sustained growth
The basic conditions are already in place. Keep watching 7-day views and revenue before deciding whether this topic should become a series.
Views
394
Likes
1
Comments
0
Estimated Daily Revenue
-
Estimated Total Revenue
$0.18 - $1.04
RPM Range
$0.45 - $2.63
1D Views Gain
0
7D Views Gain
0
1D Likes Gain
0
7D Likes Gain
0
1D Comments Gain
0
7D Comments Gain
0
Velocity Score
0%
Topic Cluster
Imbas Rupiah Melemah
Video Description
#tribuntimur #tribunviral #hargakeledai #rupiahmelemah #pengusaha #tahutempe #maros #keuntunganmenipis Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai berdampak pada harga kedelai di pasaran. Kenaikan harga bahan baku ini dirasakan para pelaku usaha tahu dan tempe di Kabupaten Maros. Salah satunya dialami pemilik Pabrik Tahu Madinah Barokah, Siti Nur Imadina yang terletak di Samping SMA 1 Maros, Kecamatan Turikale. Ima sapaan akrabnya mengaku harga kedelai mengalami kenaikan dalam satu bulan terakhir. “Dari harga Rp10 ribu per kilo, sekarang sudah Rp11.400,” kata Ima saat ditemui, Selasa (19/5/2026). Ia menuturkan, kedelai yang digunakan untuk produksi didatangkan dari gudang di wilayah Makassar. “Ambil dari gudang samping tol sekitar Makassar,” katanya. Tak hanya harga kedelai, biaya bahan penunjang lainnya juga ikut meningkat. Ia mengatakan harga plastik untuk kemasan mengalami kenaikan hingga 50 persen. Meski biaya produksi meningkat, pihaknya belum menaikkan harga jual tahu dan tempe. Ia menyebutkan harga jual masih menyesuaikan harga pasar karena persaingan usaha tahu dan tempe di Maros cukup ketat. Saat ini harga tahu masih dijual Rp35 ribu per kotak untuk eceran pasar. Sementara harga tempe masih dijual Rp5 ribu per bungkus. “Di pabrik di Maros itu bukan cuma satu, banyak. Harus sama harganya, takut pelanggan lari,” ucapnya. Ia juga memastikan ukuran tahu dan tempe yang dijual tidak diperkecil meski harga bahan baku naik. Akibat kenaikan harga bahan baku tersebut, keuntungan usaha mengalami penurunan. “Keuntungannya mungkin turun hampir 10 persen, sebelumnya omzet bisa Rp3 juta perhari,” katanya. Meski keuntungan menurun, produksi tahu dan tempe di pabriknya masih berjalan normal. Dalam sehari, Pabrik Tahu Madinah Barokah memproduksi sekitar empat karung kedelai atau setara sekitar 200 kilogram. Produksi tersebut kemudian didistribusikan ke sejumlah pasar di wilayah Maros. Di antaranya Pasar Tramo, Pasar Carangki, Batangase hingga Bulu-Bulu. Ia berharap pemerintah dapat membantu menstabilkan harga kedelai dan plastik agar usaha kecil seperti miliknya tetap bisa bertahan. “Harapannya harga kedelai kembali normal, harga plastik juga normal,” tuturnya. Salah satu IRT, Marlina berharap harga tempe tidak dinaikkan. Sebab tempe menjadi lauk alternatif saat harga ikan atau ayam melonjak. "kalau bisa jangan semuanya naik, karena berat untuk IRT seperti kami," bebernya. Reporter: Nurul Hidayah Narator: Wa Ode Nurmin Editor Video : Sanovra J. R (TRIBUN-TIMUR.COM) Update info terkini via http://tribun-timur.com/ Follow dan like fanpage Facebook http://bit.ly/FBTribunTimurMks YouTube business inquiries: 081144407111 Follow akun Instagram http://bit.ly/IGTribunTimur Follow akun Twitter http://bit.ly/twitterTribunTimur
Related Topics
Continue with closely related videos to judge topic depth and content format.
Topic: Imbas Rupiah Melemah
Not enough related-topic video data yet.
Video FAQs

These FAQs clarify what this video page measures, why revenue is estimated, and how to use the page for content research.

What can you learn from this video analytics page?

This page shows views, likes, comments, RPM and revenue estimates, publish timing, topic tags, related videos, and the broader channel context behind the video.

Why are RPM and revenue numbers estimates?

Actual earnings depend on monetized playbacks, audience geography, seasonality, advertiser demand, and monetization status. CloutOrbit provides directional estimates for benchmarking, not exact payouts.

How should you use this page for content research?

Compare timing, topic tags, monetization signals, and adjacent videos from the same channel to spot formats, themes, and publishing patterns worth testing.