Video Description
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Aktivitas pesawat militer Rusia di dekat kawasan Teluk memicu spekulasi baru terkait meningkatnya dukungan Moskow terhadap Iran.
Laporan pelacakan penerbangan pada Sabtu (16/5/2026) mendeteksi pergerakan pesawat Rusia melintasi Somalia hingga Uni Emirat Arab.
Rute tersebut disebut memiliki kemiripan dengan jalur yang pernah digunakan saat eskalasi konflik Iran dan Amerika Serikat sebelumnya.
Meski belum terverifikasi secara resmi, kemunculan aktivitas udara Rusia ini langsung memicu sorotan internasional.
Situasi terjadi di tengah meningkatnya ketegangan Washington dan Teheran dalam beberapa pekan terakhir.
Sebelumnya, Rusia dilaporkan mulai memberikan dukungan lebih besar kepada Iran di tengah memanasnya konflik dengan Amerika Serikat.
Sejumlah laporan media internasional menyebut Moskow membantu Teheran melalui intelijen militer hingga dukungan teknologi drone.
Laporan Reuters sebelumnya juga menyebut bahwa Rusia diduga membagikan data posisi kapal perang serta pesawat militer AS di kawasan Timur Tengah.
Bahkan, citra satelit Rusia disebut digunakan Iran untuk memantau pangkalan militer dan pergerakan aset AS di kawasan Teluk.
Selain intelijen, Rusia juga dilaporkan membantu peningkatan kemampuan drone Iran di tengah eskalasi perang kawasan.
Meski belum mengirim pasukan secara langsung, dukungan Moskow disebut memperkuat posisi Iran menghadapi tekanan Washington dan sekutunya.
Sementara itu, setelah satu tahun menjalankan misi di Timur Tengah, kapal induk tercanggih AS memutuskan mundur.
Mundurnya kapal induk USS Gerald R Ford ini lantaran kegagalan AS memenangkan perang melawan Iran.
USS Gerald R Ford dijadwalkan kembali ke pelabuhan Virginia pada Sabtu (16/5/2026).
Kapal induk terbesar milik AS ini tercatat sudah melakukan misi selama satu tahun lamanya.
Selama bertugas di kawasan Teluk, USS Gerald R Ford menjadi simbol kekuatan militer AS untuk menekan Iran dan sekutunya.
Namun hingga akhir penugasannya, Washington dinilai gagal menghentikan serangan balasan Iran di sejumlah titik strategis Timur Tengah.
Ford awalnya meninggalkan Virginia dan bergerak melintasi Atlantik.
Ford lantas bergerak dalam operasi penangkapan Maduro pada bulan Januari.
Kapal itu kemudian diperintahkan membantu perang di Timur Tengah dan membantu kontribusi pada perang Iran.
Selama konflik tersebut, USS Gerald R Ford sempat dihantam oleh rudal Iran.
Serangan tersebut membuat kapal tercanggih ini mengalami kebakaran besar.
Kru kapal juga menegaskan bahwa butuh 32 jam lamanya untuk memadamkan api akibat kebakaran tersebut. (Tribun-Video.com/Nila Irda)
Program: Hot Topic
Editor Video: Dofa Isnaeni Azizah
#viory