Tribunnews banner
Tribunnews avatar
Tribunnews
@tribunnews
Subscribers15.6M
Views22.5B
Videos436.5K
TribunnewsPublished at May 31, 2026 at 02:50 PM
"Cuma Nyawa yang Kami Bawa" Kisah Pilu Korban Longsor yang Selamat Berkat Firasat thumbnail

"Cuma Nyawa yang Kami Bawa" Kisah Pilu Korban Longsor yang Selamat Berkat Firasat

6 days agoPeak window
Saksi KataLongsorBencanaBencana AlamTanah Longsorcuma nyawa yang
Published time
May 31, 2026 at 02:50 PM
Duration
-
Video type
News & Politics
Channel region
Indonesia
Publish Timing Insight
Not enough timing data
This channel still lacks enough historical upload timing data. Let the channel accumulate more snapshots before evaluating the best timing.
Monetization Insight
No clear monetization tags yet
Focus on view growth, engagement quality, and topic competition to judge monetization potential.
Action Suggestion
Watch for sustained growth
The basic conditions are already in place. Keep watching 7-day views and revenue before deciding whether this topic should become a series.
Views
0
Likes
0
Comments
0
Estimated Daily Revenue
-
Estimated Total Revenue
$0 - $0
RPM Range
$0.45 - $2.63
1D Views Gain
0
7D Views Gain
0
1D Likes Gain
0
7D Likes Gain
0
1D Comments Gain
0
7D Comments Gain
0
Velocity Score
0%
Topic Cluster
Saksi Kata
Video Description
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-VIDEO.COM - Kebiasaan menonton sepak bola yang biasanya dianggap hiburan semata justru menjadi penyelamat nyawa bagi Abun Mulyana (53) dan keluarganya saat bencana longsor menerjang Dusun Cibulakan, Desa Sukamaju, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Senin (11/5/2026) malam. Jika malam itu Abun memilih tidur lebih awal seperti biasanya, mungkin cerita hidupnya akan berbeda. Abun mengaku, sehari-hari dirinya terbiasa tidur selepas salat Isya, karena harus bekerja sebagai buruh serabutan. Namun malam itu, hujan deras yang mengguyur sejak Magrib tak menghalanginya untuk pergi menonton pertandingan sepak bola bersama warga di rumah tetangganya. “Saya lagi nonton bola di atas, di rumah tetangga," ujarnya saat ditemui di lokasi longsoran, Selasa (12/5/2026). Di tengah suasana menonton bola, hujan justru turun semakin deras. Air mengguyur tanpa jeda, disertai angin dan suara aliran air dari arah perbukitan. Abun mulai merasa tidak tenang. “Saya punya firasat, wah pasti ada longsor atau apa, karena hujan terus-terusan deras,” katanya. Rasa khawatir itu kemudian membuatnya bergegas pulang sekitar pukul 22.00 WIB. Saat tiba di rumah, firasatnya ternyata benar. Air bercampur lumpur sudah masuk ke dalam rumah dan situasi mendadak panik. Tanpa sempat berpikir panjang, Abun langsung membangunkan istri dan anak bungsunya yang sedang tertidur, lalu membawa mereka keluar rumah. “Saya langsung bangunin anak sama istri,” katanya. Anaknya yang masih duduk di bangku kelas 6 SD langsung digendong keluar rumah menuju tempat yang lebih aman. Hanya berselang sekitar lima menit setelah mereka berhasil keluar rumah, suara gemuruh besar terdengar dari belakang permukiman. Kemudian, longsor besar langsung menghantam rumah mereka hingga tak ada yang bisa diselamatkan lagi. “Setelah keluar baru ambruk,” katanya pelan menahan tangisnya. Material tanah bercampur air menimbun rumah Abun hingga mengalami rusak berat. Bangunan lain di sekitarnya juga ikut terdampak, termasuk rumah kerabat dan sebuah musala kecil. “Itu tiga bangunan, rumah saya, rumah adik saya dan musala,” katanya. Abun tak kuasa menyembunyikan kesedihannya saat melihat rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung keluarganya kini nyaris rata dengan tanah. Semua barang berharganya tertinggal di dalam rumah dan hanya menyisakan sisa-sisa reruntuhan bangunan saja. “Kalau barang-barang berharga, uang semuanya di rumah. Yang dibawa cuma nyawa, anak sama istri,” ucapnya lirih. Meski kehilangan harta benda, Abun bersyukur keluarganya masih diberi keselamatan. Tubuhnya tampak ringkih, sorot matanya masih menyimpan trauma. Sesekali Abun menahan tangis saat berdiri memandangi rumahnya yang kini nyaris rata dengan tanah akibat longsor. Namun di balik tubuh lelahnya dan suara yang bergetar, Abun tetap berusaha tegar menceritakan malam yang nyaris merenggut nyawa keluarganya. Baginya, keputusan menonton bola malam itu menjadi penyelamat bagi keluarganya saat longsor datang menerjang. Dari peristiwa memilukan itu, Abun dan keluarga hanya memiliki pakaian yang saat ini mereka kenakan. “Kalau saya tidur mungkin enggak tahu bagaimana,” katanya. Kini, Abun bersama keluarga mengungsi sementara di rumah kerabat karena rumahnya tertimbun dan masih rawan longsor susulan. Dari pengakuan Abun, sampai siang tadi sekira pukul 11.12 WIB pihaknya belum mendapatkan bantuan, namun saat dikonfirmasi kepada pemerintah desa, bantuan dari BPBD dan pihak lainnya akan segera tiba. Menurut Abun, musibah longsor besar ini baru pertama kali menimpa wilayah tersebut, dulu sempat terjadi namun masih bisa diatasi dan tidak sampai menghancurkan tempat tinggalnya itu. Sebagai buruh serabutan, Abun mengaku bingung harus memulai dari mana setelah rumahnya hancur diterjang longsor. Ia berharap bantuan segera datang agar rumahnya bisa segera dibangun kembali. “Harapannya kalau ada bantuan, rumah saya bisa dibangun lagi supaya keluarga punya tempat berteduh lagi,” lirihnya.(*) Artikel ini telah tayang di Tribunpriangan.com dengan judul Nonton Bola Selamatkan Keluarga Abun dari Longsor di Cihaurbeuti Ciamis, https://priangan.tribunnews.com/ciamis/85253/nonton-bola-selamatkan-keluarga-abun-dari-longsor-di-cihaurbeuti-ciamis?page=all#goog_rewarded. Program: Saksi Kata Sumber: Tribun Priangan Editor: Untung Sofa Maulana #saksikata #longsor #jawabarat #cibulakan #ciamis #tanahlongsor #bencanaalam #musibahlongsor #hujanderas
Related Topics
Continue with closely related videos to judge topic depth and content format.
Topic: Saksi Kata
Not enough related-topic video data yet.
Video FAQs

These FAQs clarify what this video page measures, why revenue is estimated, and how to use the page for content research.

What can you learn from this video analytics page?

This page shows views, likes, comments, RPM and revenue estimates, publish timing, topic tags, related videos, and the broader channel context behind the video.

Why are RPM and revenue numbers estimates?

Actual earnings depend on monetized playbacks, audience geography, seasonality, advertiser demand, and monetization status. CloutOrbit provides directional estimates for benchmarking, not exact payouts.

How should you use this page for content research?

Compare timing, topic tags, monetization signals, and adjacent videos from the same channel to spot formats, themes, and publishing patterns worth testing.