Tribun Timur banner
Tribun Timur avatar
Tribun Timur
@tribuntimur
Subscribers9.4M
Views11.2B
Videos114.2K
Tribun TimurPublished at May 30, 2026 at 05:06 AM6:11
Uang Hasil Curi Tembaga Tower PLN di Luwu Dipakai Main Judi Slot dan DP Motor thumbnail

Uang Hasil Curi Tembaga Tower PLN di Luwu Dipakai Main Judi Slot dan DP Motor

7 days agoPeak window
Uang Hasil Curi TembagaJudi Slot dan DP MotorDipakai MainTower PLN di Luwuuang hasil curi
Published time
May 30, 2026 at 05:06 AM
Duration
6:11
Video type
News & Politics
Channel region
Indonesia
Publish Timing Insight
Not enough timing data
This channel still lacks enough historical upload timing data. Let the channel accumulate more snapshots before evaluating the best timing.
Monetization Insight
No clear monetization tags yet
Focus on view growth, engagement quality, and topic competition to judge monetization potential.
Action Suggestion
Watch for sustained growth
The basic conditions are already in place. Keep watching 7-day views and revenue before deciding whether this topic should become a series.
Views
1.1K
Likes
6
Comments
1
Estimated Daily Revenue
$0.07 - $0.41
Estimated Total Revenue
$0.48 - $2.82
RPM Range
$0.45 - $2.63
1D Views Gain
0
7D Views Gain
0
1D Likes Gain
0
7D Likes Gain
0
1D Comments Gain
0
7D Comments Gain
0
Velocity Score
0%
Topic Cluster
Uang Hasil Curi Tembaga
Video Description
#tribuntimur #tribunviral #curitembaga #uang #towerpln #tembaga #judi #judislot #dpmotor #polresluwu Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU – Satreskrim Polres Luwu, mengungkap kronologi terbongkarnya komplotan pencuri alat penangkal petir di tower SUTET PLN di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Kelima pelaku mengaku menggunakan hasil penjualan tembaga curian untuk kebutuhan sehari-hari hingga bermain judi slot online. Kanit 1 Tipidum Satreskrim Polres Luwu, Ipda Hisrun, mengatakan kasus tersebut bermula dari laporan salah satu pegawai swasta PLN terkait pencurian kabel tembaga penangkal petir di sejumlah tower SUTET. “Rangkaian kejadian bermula dari laporan polisi dari salah satu pegawai swasta PLN terkait terjadinya tindak pidana pencurian dengan pemberatan,” katanya saat ditemui di Mapolres Luwu, Jumat (29/5/2026) siang. Ia menjelaskan, aksi pencurian terjadi secara berulang sejak Januari hingga Maret 2026 di sejumlah wilayah di Kabupaten Luwu. Berdasarkan laporan tersebut, polisi kemudian melakukan serangkaian penyelidikan. “Kasus ini dimulai dari bulan Januari, Februari, dan Maret. Berdasarkan laporan polisi, kami melakukan serangkaian tindakan penyelidikan,” bebernya. Pengungkapan kasus mulai menemukan titik terang pada Mei 2026. Bermula usai polisi menerima informasi dari masyarakat terkait dua pria yang dicurigai terlibat pencurian. Tim Opsnal Resmob Polres Luwu kemudian bergerak melakukan penyelidikan hingga akhirnya mengamankan dua pelaku pada Sabtu (24/5/2026). “Di bulan Mei, kami mendapat laporan dari masyarakat terkait adanya dua orang yang dicurigai,” jelasnya. Dari hasil interogasi, kata Hisrun, polisi mengamankan keduanya di wilayah Kecamatan Larompong. Setelah dilakukan interogasi, penyidik memperoleh tiga nama lain yang diduga ikut terlibat dalam aksi pencurian tersebut. Tim kemudian bergerak ke Kecamatan Bajo dan menangkap ketiga pelaku lainnya. Kelima pelaku yang diamankan masing-masing berinisial A (30), MF (33), KM (21), ZL (24), dan SD (35). “Setelah diinterogasi oleh anggota, kelima tersangka mengakui bahwa aksi pencurian penangkal petir yang berada di SUTET merupakan ulahnya,” ungkap Hisrun. Polisi menyebut para pelaku beraksi di sejumlah titik tower listrik di Kecamatan Larompong, Larompong Selatan, Suli, Bajo, Ponrang, Bupon hingga Bua. Rinciannya, dua titik berada di Kelurahan Larompong dan 30 titik lainnya di Kecamatan Larompong Selatan. Pelaku juga sempat melancarkan aksinya di Kecamatan Ponrang, Bupon, hingga Bua. Menurut Hisrun, modus para pelaku terbilang nekat. Salah satu pelaku lebih dulu berpura-pura menjadi pegawai PLN untuk memantau kondisi lokasi dan situasi sekitar tower. “Modus pelaku salah satunya berpura-pura sebagai pegawai PLN melakukan pengecekan. Setelah masyarakat tidak sadar, mereka kemudian melancarkan aksinya,” ungkapnya. Para pelaku kemudian menggali alat penangkal petir berbahan tembaga yang tertanam di bawah menara SUTET menggunakan linggis. Setelah berhasil diambil, tembaga dipotong lalu dijual ke pengepul rongsokan di wilayah Radda, Belopa. Akibat aksi para pelaku, PLN mengalami kerugian hingga Rp234 juta. Hisrun menambahkan, polisi masih memburu satu pelaku lainnya berinisial S yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Kelima pelaku dijerat Pasal 477 huruf J KUHPidana dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. Saat diinterogasi Hisrun, salah satu pelaku berinisial SD (35) mengaku tembaga hasil curiannya dihargai Rp110 per kilogram. “Paling banyak satu kali jual itu 15 kilogram,” ujar SD menjawab pertanyaan sambil mengenakan baju tahanan. Uang hasil penjualan tembaga curian tersebut digunakan para pelaku untuk berbagai kebutuhan pribadi. Selain itu, SD mengaku, uang itu juga ia gunakan untuk bermain judi slot. “Untuk kebutuhan sehari-hari, DP motor, beli handphone, sampai dipakai bermain slot judi online,” katanya. Reporter: Muh Sauki Maulana Editor Video : Sanovra J. R Narator : Rasni Gani (TRIBUN-TIMUR.COM) Update info terkini via http://tribun-timur.com/ Follow dan like fanpage Facebook http://bit.ly/FBTribunTimurMks YouTube business inquiries: 081144407111 Follow akun Instagram http://bit.ly/IGTribunTimur Follow akun Twitter http://bit.ly/twitterTribunTimur
Related Topics
Continue with closely related videos to judge topic depth and content format.
Topic: Uang Hasil Curi Tembaga
Not enough related-topic video data yet.
Video FAQs

These FAQs clarify what this video page measures, why revenue is estimated, and how to use the page for content research.

What can you learn from this video analytics page?

This page shows views, likes, comments, RPM and revenue estimates, publish timing, topic tags, related videos, and the broader channel context behind the video.

Why are RPM and revenue numbers estimates?

Actual earnings depend on monetized playbacks, audience geography, seasonality, advertiser demand, and monetization status. CloutOrbit provides directional estimates for benchmarking, not exact payouts.

How should you use this page for content research?

Compare timing, topic tags, monetization signals, and adjacent videos from the same channel to spot formats, themes, and publishing patterns worth testing.