Video Description
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Universitas Gajah Mada (UGM) akhirnya memberikan keterangan terkait pemasangan spanduk permohonan maaf yang terpasang di Bundaran UGM, Kamis (21/5/2026).
Adapun spanduk tersebut terbentang dengan diapit dua bendera yang dipasang setengah tiang.
Dalam spanduk yang mengatasnamakan UGM tersebut bertuliskan Surat Permohonan Maaf karena membiarkan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka menjadi presiden dan wakil presiden.
Pemasangan spanduk ini sempat menjadi perhatian dari pengguna jalan yang melintas.
Beberapa jam setelah dipasang, spanduk tersebut kini diturunkan oleh pihak UGM.
Sementara itu, keberadaan spanduk permohonan maaf raksasa ini didukung oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UGM.
Plt Ketua BEM UGM 2026, Sheron Adam Funay mengatakan, bahwa pihaknya bukanlah pelaku yang memasang spanduk.
Menurut Sheron, spanduk dipasang oleh mahasiswa UGM yang lain.
Sheron berujar, BEM UGM mendukung apapun aksi yang mewakili keresahan masyarakat utamanya mahasiswa UGM.
Dikatakan olehnya, sebagai ruang hidup akademis, UGM mestinya memberikan ruang untuk berekspresi bagi mahasiswa.
Pasalnya, kegelisahan para mahasiswa lahir dari kondisi negara yang akhir-akhir ini makin tidak pasti.
Ia juga menyoroti soal menurunnya tingkat kepercayaan publik bahkan investor yang berdampak bagi masyarakat secara luas.
Meski spanduk kini sudah diturunkan, Sheron menyatakan upaya pemasangan tersebut sudah menjalankan fungsinya sebagai simbol.
(TribunVideo.com)
Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul UGM Angkat Bicara Soal Spanduk Permohonan Maaf yang Mencatut Kampus, https://jogja.tribunnews.com/kampus/1215153/ugm-angkat-bicara-soal-spanduk-permohonan-maaf-yang-mencatut-kampus.
Program: Live Tribunnews Update
Host: Fransisca Krisdianutami Mawaski
Editor Video: Muna Salsabila
Reporter: Christi Mahatma