Video Description
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Angkatan Laut Israel mencegat Global Sumud Flotilla yang berlayar ke Jalur Gaza pada Senin (18/5).
Setidaknya sembilan WNI dilaporkan diculik Israel, termasuk jurnalis dari Republika dan Tempo.
Terkait pencegatan Global Sumud Flotilla, PM Israel Benjamin Netanyahu memberikan respons.
Netanyahu pun memuji kinerja Angkatan Laut Israel yang berhasil menghentikan kapal-kapal dalam misi kemanusiaan Gaza.
Hal itu disampaikan Netanyahu kepada komandan pasukan Angkatan Laut Israel, berbicara melalui radio.
Netanyahu memuji pasukan Israel melakukan pekerjaan yang luar biasa.
Bahkan Netanyahu menyebut pasukan Israel secara efektif menggagalkan rencana jahat.
Adapun menurut Netanyahu misi kemanusiaan Gaza sebagai rencana jahat untuk memecah isolasi Israel yang diterapkan pada Hamas di Gaza.
“Anda melakukan pekerjaan yang luar biasa, baik di flotilla pertama maupun di bagian ini, dan secara efektif menggagalkan rencana jahat yang bertujuan untuk memecah isolasi yang kita terapkan pada teroris Hamas di Gaza,” kata Netanyahu kepada komandan Armada Kapal Rudal angkatan laut.
Sementara 2 jurnalis Republika, Bambang dan Thoudy dikabarkan masih belum bisa dihubungi.
Hal itu disampaikan Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin saat dimintai keterangan pada Senin (18/5/2026).
Ia mengatakan Bambang sempat mengirim pesan 'SOS' yang merupakan video terakhir.
Adapun pesan 'SOS' merupakan protokol, di mana video itu akan dikirimkan sebelum dicegat Israel hingga ponsel dibuang ke laut.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan membatalkan rencana serangan lanjutan terhadap Iran yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada Selasa (19/5/2026).
Keputusan tersebut diambil setelah adanya permintaan dari para pemimpin Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab (UEA).
Trump mengatakan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman Al Saud, serta Presiden UEA Mohamed bin Zayed Al Nahyan meminta agar serangan ditunda.
Menurut Trump, para pemimpin negara Timur Tengah itu menilai peluang tercapainya kesepakatan dengan Iran masih terbuka melalui proses negosiasi yang saat ini berlangsung serius.
Pernyataan itu disampaikan Trump melalui unggahan di media sosial pada Senin (18/5/2026).
Dalam pernyataannya, Trump juga menegaskan bahwa waktu bagi Iran untuk mencapai kesepakatan semakin terbatas.
Ia memperingatkan konflik dapat kembali memanas setelah gencatan senjata yang dinilai masih rapuh.
Trump tidak menjelaskan secara rinci bentuk serangan yang sebelumnya direncanakan terhadap Iran.
Namun, ia mengaku telah memerintahkan militer Amerika Serikat untuk tetap bersiap jika kesepakatan yang dianggap dapat diterima gagal tercapai.
Selama beberapa pekan terakhir, Trump juga terus mengancam bahwa gencatan senjata yang dicapai pada pertengahan April dapat berakhir apabila Iran gagal mencapai kesepakatan baru.
(Tribun-Video.com)
Program: Hot Topic
Editor Video: Difa Isnaeni Azizah
#viory