Video Description
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Wilayah udara Iran dilaporkan terpantau kosong dan tidak digunakan oleh penerbangan sipil pada Sabtu (23/5/2026).
Kondisi ini terlihat berdasarkan pantauan situs FlightRadar24 yang menunjukkan hampir tidak adanya aktivitas pesawat di langit Iran.
Dilaporkan bahwa Iran menutup sebagian wilayah udaranya setelah muncul informasi terkait kemungkinan Amerika Serikat (AS) yang disebut tengah mempertimbangkan opsi serangan militer.
Meskipun masih melakukan komunikasi diplomatik dengan Teheran.
Otoritas penerbangan Iran mengeluarkan pemberitahuan NOTAM yang menyatakan bahwa seluruh bandara di wilayah barat Wilayah Informasi Penerbangan Teheran ditutup untuk operasional.
Penutupan tersebut berlaku mulai Jumat (22/5/2026) pukul 20.46 hingga Senin (25/5/2026) pukul 08.30, dengan pembatasan yang mencakup sebagian besar aktivitas penerbangan sipil.
Namun, terdapat pengecualian terbatas bagi bandara tertentu yang diizinkan beroperasi pada waktu matahari terbit hingga terbenam dengan syarat ketat dari otoritas terkait.
Dalam aturan tersebut juga disebutkan bahwa seluruh izin operator sebelumnya ditangguhkan sementara.
Operator penerbangan diwajibkan mendapatkan persetujuan baru dari Otoritas Penerbangan Sipil Iran untuk dapat beroperasi kembali di wilayah terdampak.
Di sisi lain, laporan media Amerika Serikat menyebutkan bahwa pemerintah AS sedang mempertimbangkan opsi serangan militer baru terhadap Iran.
Situasi tersebut mencuat setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan sejumlah agenda akhir pekannya dan memilih tetap berada di Gedung Putih.
Di sisi lain, Pejabat intelijen Iran dilaporkan sedang merencanakan serangan rudal dan drone dadakan yang menyasar negara Teluk dan Israel.
Kekhawatiran dibahas dalam kemungkinan serangan pendahuluan pada Teheran oleh pejabat senior dan menteri pertahanan Israel, Israel Katz.
Jerusalem Post pada Jumat (22/5/2026) melaporkan, para pejabat Israel menyebut bahwa Iran bisa mencoba melancarkan serangan sebelum AS dan Israel menyepakati upaya diplomatik atas gencatan senjata yang ada.
Para pejabat dilaporkan membandingkan potensi operasi tersebut dengan tahap awal Operasi Epic Fury dan Operasi Roaring Lion.
Untuk itulah, IDF yang dipimpin Hidai Zilberman mengaku memperkuat kesiapan operasional.
Termasuk berbagi intelijen dengan AS mengenai aktivitas militer Iran yang tidak biasa.
Sementara itu, Kepala Staf IDF Letnan Jenderal Eyal Zamir melakukan konsultasi dengan para komandan militer sebagai bagian dari penilaian yang lebih luas sebelum menyerang Iran.
Zamir juga tetap menjalin kontak dengan para pejabat militer Amerika untuk mengkoordinasikan kemungkinan respons jika terjadi serangan dari Teheran.
Sejak sebulan terakhir, pengiriman peralatan militer AS ke Israel juga telah meningkat tajam.
Apalagi saat ini, Iran juga berpotensi mengembangkan sistem nuklir.
AS dan Israel meyakini bahwa Iran punya sekitar 900 pon uranium yang diperkaya.
Jumlah ini diperkirakan cukup untuk pengembangan senjata potensial untuk menghadapi AS dan juga Israel. (Tribun-Video.com)
https://m.economictimes.com/news/defence/israel-fears-surprise-iranian-attack-amid-ceasefire-talks-reports/amp_articleshow/131255698.cms
https://www.news18.com/world/iran-shuts-airspace-as-us-weighs-fresh-military-strikes-amid-stalled-talks-ws-l-10107522.html
#liveyoutube #Iran #AS #Geopolitik #viory #multiangle
Program: Hot Topic
Editor Video: Diah Putri Pamungkas